Rakyat Malaysia Begitu Memuji Jokowi. Kok Ada Orang Indonesia Benci? Apa Jawaban kalian?

Setelah surat kabar Jepang yang memuat profile Jokowi sebanyak dua halaman penuh yang mengupas dari A sampai Z apa, siapa dan bagaimana Jokowi, kini rakyat Malaysia ramai membicarakan pemimpin kita di media sosial mereka.
Saya yakin, bukan hanya Malaysia dan Jepang saja yang kagum akan sosok Presiden Republik Indonesia ke 7 ini, tapi juga dunia.
Kerja keras, dedikasi, komitmen, kesederhanaan, ketegasan, kecerdasan dan kejituan langkah strategi Jokowi menjadi bahan pembicarakan manusia sedunia.
Bedanya, dunia luar hampir tidak pernah membicarakan kejelekan dan kekurangan Jokowi karena, saya pikir, keberadaan mereka diluar lingkaran memiliki pandangan yang lebih umum dibandingkan kita yang berada di dalam lingkaran.
Namun menariknya, dari sekian komentar rakyat Malaysia tentang sosok Jokowi, rata-rata mereka mulai paham sebab musabab kenapa ada Warga Negara Indonesia bahkan membenci Jokowi.
Kita lihat komentar dari Navi Nagaraj :
"Bapa Jokwi kewibawaan seorang anti rasuah dan orang yang paling letak di sebelah bekas presiden India, Abdul Kalam... Tolonglah ahli politik Malaysia mencontohi presiden Indonesia. Beliau seorang tamadun Islam seperti Tok Guru Nik Aziz"
Lalu Komentar dari Hazruk Zaquib :
"Memang terbaik. Beliau berasal dari kampung dalam golongan pertengahan. Beliau tahu apa itu kewajiban dan memimpin amanah. Tahniah Presiden Joko Widodo. Metallica one of my favorite group!"
Komentar Anuar Othman :
"Klaulah kat Malaysia ada badan anti rasuah camni, sampai presiden pun gentar, kan bagus."
tapi dari semua yang paling menarik adalah komentar Fawzia Hossain. Panjang sekali dan sepertinya dia sering datang berkunjung ke Indonesia.
"Beberapa tahun lalu, tiap kali aku ke Medan, Indonesia sering sangat aku kena pau area pemeriksaan kastam atas beberapa alasan, kononnya barang tertentu perlu cukai dan sebagainya. Keraplah aku diarah masuk bilik khas konon untuk diperiksa. Tapi kat dalam tu, pegawai ini charge selalu cakap, tak usah susah-susah... kita kasih mudah saja dan pastinya minta habuan. Masa masa itu aku memang menyampah tiap kali perlu ke Medan. Asyik kena pau saja di airport Polonia Medan.
Tapi selepas era Pak Habibi, SBY, Indonesia banyak berubah. Airport Polonia dah ditutup dan berpindah ke Kuala Namu. Sejak itu aku rasa cukup lega setiap kali ke Medan. Tak ada lagi pau-pau oleh pegawai di Airport. So many positive changes. Tapi sedihnya, RM 250 dah tak mampu aku buat jadi jutawan lagi di Indonesia. aku perlu lebih dari RM300 - Rm 350 untuk dapatkan sejuta rupiah. Rasa makin miskin bila ke Indoneisa sekarang dalam 3 ke 4 tahun terkahir ini.
Pemerintah Malaysia mau pun pro pro kerajaan sellau dakwa, kalau UMNO BN kalah, negara akan kacau balau, rakyat akan susah. Tapi di Indonesia mau pun Thailand, parti serta penguasa bertukar ganti, pengurus negara jauh lebih elok, korupsi makin berkurang malah ekonomi dan nilai mata wang mereka makin kukuh. Lot of positive changes. Malah amalan demokrasi mereka makin jauh lebih baik dengan pilihan jenis akhbar untuk bangsa"
Dan berpuluh-puluh bahwa beratus-ratus komentar lain mulai meramaikan dunia maya Malaysia tentang keheranan mereka akan apa yang terjadi di Indonesia. Kok bisa orang Indonesia membenci Jokowi? Jujur saja, saya sendiri bingung... dan tidak bisa menjawabnya.
Lalu ada seorang Indonesia berkomentar, "Admin group ini stress! Komentar orang luar kenapa harus dishare?!"
Ah so typical, itu orang Indonesia yang tidak paham bahwa dunia ini isinya tidak hanya Indonesia. Saya tergelitik untuk tahu apa maksud dari pertanyaan dia. Dan ketika saya bilang, "Anggap saja ini pengetahuan karena tidak ada informasi yang tidak berguna".
Kalian tahu apa jawaban dia? Dia bilang, "Lalu kenapa Saracen dan MCA dibungkam?"
Saya tertawa.... tapi saya berpikir untuk menjawabnya dengan bahasa yang snagat sederhana. Cukup lama juga saya berpikir. Lalu saya bilang, "Karena pengetahuan itu ada 2 jenis : Yang benar dan yang salah. Pertanyaan kamu itu seperti pertanyaan anak-anak yang bertanya, "Kenapa fitnah itu dosa?" kalau kamu jadi bapaknya, apa yang akan kamu jawab?"
Saya sih berharap, rakyat Indonesia yang sekarang membenci Jokowi sadar bahwa hidup ini tidak imortal. Merangkul kebencian tidak akan membawa mereka kemana-mana kecuali kepada arah kerugian dan neraka. Karena sudah menjadi hukum Tuhan bahwa penyakit hati itu adalah dosa besar. kesengsaraan dirasakan baik di dunia maupun di kehidupan setelah kematian.
Jangan pikir orang kaya raya sekali, kalau memelihara rasa benci akan bahagia yah.... dan kegalauan hati dia bisa dengan mudah kita lihat. Tahu meureun, siapa yang saya maksudkan.... ?????
Tidak ada komentar