Breaking News

Makjleb! Dilaporkan Fadli Zon, Raja Juli Sindir Rizieq: “Saya Tidak Akan Umrah Lama-Lama”






Sepertinya Gerindra dan Fadli Zon telah salah menilai Raja Juli, Sekjen PSI. Mereka kira, Raja Juli adalah junior yang bisa diancam dan ditakut-takuti oleh seniornya. Mereka pikir, Raja Juli akan ketakutan dan berhenti mengkritik Gerindra dan Fadli Zon setelah dilaporkan. Yang terjadi justru sebaliknya. Raja Juli tak sedikitpun merasa takut. Dia siap menghadapi laporan itu. Darah muda yang sedang menggebu-nggebu pantang membuat Raja Juli mundur apalagi ketakutan.

Tak salah PSI memilih Raja Juli sebagai sekjen. Meskipun politisi baru, Raja Juli bisa dikatakan telah matang. Dia bukan produk karbitan. Sebagai debutan, keberadaan Raja Juli bisa dikatakan mengancam politisi-politisi senior seperti Fadli Zon. Wajar jika Fadli Zon sampai melaporkan Raja Juli karena memang eksistensinya terancam dengan kedatangan Raja Juli di panggung politik Indonesia.


Raja Juli mungkin hanya tertawa melihat dirinya dilaporkan.Tak sedikitpun rasa takut terbesit di benaknya.Raja Juli bahkan masih bisa berkelakar menanggapi pelaporan dirinya. Tidak tanggung-tanggung, Raja Juli menyindir telak Rizieq Syihab yang sedang kabur di Arab. Sangat Makjleb dan seharusnya membuat kubu Fadli Zon dan Rizieq tertampar.

Setelah dilaporkan oleh Fadli Zon, Raja Juli Antoni mengatakan tidak pergi ke luar negeri apalagi umrah lama-lama. Ia akan siap dipanggil kapan saja dan menghadapinya.

Hanya saja, kata Raja, ia akan mempertanyakan pasal apa yang dibidikkan kepadanya, delik umum atau delik aduan. “Saya baca di media online masih simpang siur," kata Raja Juli saat ditemui di kantor Dewan Pengurus Pusat PSI, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 10 Maret 2018.

Raja mengatakan hingga hari ini ia belum menerima surat resmi laporan polisi. Ia akan menunggu dengan sabar dan siap dipanggil kapan saja jika sudah dibutuhkan.

"Insya Allah saya siap lahir batin, karena saya tidak merasa salah.” Berani karena benar, takut karena salah. Ia akan menghadapi proses ini dengan baik.

Saya rasa jawaban “siap dipanggil dan tidak akan pergi umrah lama-lama” sangat membuat kubu Gerindra kecele. Alih-alih ketakutan setelah dilaporkan, Raja Juli justru menyindir orang yang selama ini bekerja sama dengan Gerindra dan Fadli Zon memenangkan Anies yang sedang kabur ke Arab karena tak berani menghadapi hukum. Raja Juli seolah-olah ingin mengatakan bahwa dirinya bukan seorang pengecut seperti Rizieq. Jujur ini sangat telak dan menusuk ulu hati. hehe

Saya semakin kagum dengan ketenangan dan keberanian Raja Juli. Dia bukan anak kemarin sore yang bisa seenaknya ditakut-takuti dan dipermainkan oleh seniornya. Raja Juli punya pengetahuan dan bekal yang cukup untuk menghadapi senior-seniornya.

Pernyataan terbaru Raja Juli bahwa dirinya belum menerima surat laporan resmi dari polisi semakin mempertegas bahwa Fadli Zon dan Gerindra hanya ingin menggertak Raja Juli saja. Tidak benar-benar serius melaporkan Raja Juli. Pasalnya, jika serius melaporkan Raja Juli, yang ada mereka sendiri yang akan mendapat malu jika Raja Juli yang berhasil menang.


Akhirnya saya mulai menemukan benang merah mengapa Gerindra dan Fadli Zon terus koar-koar telah melaporkan Raja Juli. Saya melihat ada kegagalan kubu Gerindra dan Fadli Zon dalam memberikan penilaian terhadap Raja Juli. Mungkin karena masih muda dan baru, Raja Juli dianggap sebelah mata. Raja Juli dianggap politisi yang masih sangat amatir yang digertak saja sudah seperti kerupuk yang disiram air. Mereka pikir dengan koar-koar akan melaporkan Raja Juli,bisa membuat Raja Juli tak berani lagi bicara. Mereka salah besar.

Kemunculan sosok baru, muda, fresh, dan smart seperti Raja Juli memang mengancam kemapanan politisi senior yang selama ini merasa paling hebat sehingga bisa nyinyir dengan bebasnya terhadap pemerintah. Selama ini memang seolah tidak ada yang berani membungkam nyinyiran Fadli Zon secara terang-terangan. Oleh karena itu, keberanian Raja Juli mengritik habis Fadli Zon di ILC patut diacungi jempol, apalagi dia termasuk politisi baru. Raja Juli menjadi harapan munculnya politisi-politisi muda yang berkualitas yang tidak hanya bisa nyinyir, tapi nol prestasi selama di DPR.




Tidak ada komentar